| Price | Rp 37.000 |
| Malam Pertama di Alam Kubur |
Wahai
orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya, Apakah
engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama? Wahai pemuda gagah
yang bergelimang harta dan sejuta asa, Apakah engkau sudah bersiap-siap
menghadapi malam pertama? Ia adalah malam pertama dengan dua wajah;
Mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutya, Atau
menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka berikutnya. Dr. Aidh
Al-Qarni, M.A
Kematian
itu pasti. Ia tidak meleset meski hanya sedetik. Namun demikian, tak
seorang pun tahu kapan hari H nya. Ia bisa datang menyergap dengan
tibatiba. Ia misteri. Karenanya, setiap orang semestinya selalu siap.
Dan tentu, husnul khatimah harus menjadi pilihan. Untuk mencapai itu,
harus degan jalan syariat; dengan menjalankan segala perintah dan
menjauhi segala larangan Allah Ta’ala. Tanpanya, husnul khatimah itu
nihil. Bukankah, perahu tak akan berjalan di daratan
Buku
yang hadir di hadapan pembaca ini adalah kompilasi dari tulisan
ulama-ulama terkemuka dari Nejed. Di dalamnya, sarat dengan tadzkirah
untuk mengingat kematian. Kita memang perlu nasehat, karena hiruk-pikuk
dunia kadang melalaikan. Bukankah sudah menjadi sunnatullah bagi setiap
orang bahwa iman itu pasang dan surut… kadang bertambah dan kadang
berkurang? Karenanya kita perlu pupukan, terutama ketika kondisi
keimanan kita mengalami saat-saat kritis.
Kelebihan
buku ini, para penulis tidak sekadar menuliskan sebuah teori-teori
definitif, tapi sebentuk nasehat naratif dengan gaya bertutur,
reflektif, penuh bahan renungan yang keluar dari bahasa hati, dikokohkan
dengan ibrah dan kisah-kisah pilihan. Karenanya, buku ini tidak hanya
enak dibaca, tetapi juga akan membawa kita hanyut dalam perjalanan hati
para penulis.
Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya,
Apakah engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama?
Wahai pemuda gagah yang bergelimang harta dan sejuta asa,
Apakah engkau sudah bersiap-siap menghadapi malam pertama?
Ia adalah malam pertama dengan dua wajah;
Mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutya,
Atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka berikutnya.
(DR. Aidh Al-Qarny)

0 komentar:
Posting Komentar